Foto sosok Ibu Karni, Relawan Dokumen Kependudukan di Kampung Pemulung
Colorado Action – Kisah Haru Relawan Dokumen Kependudukan di Kampung Pemulung
Karni, seorang relawan dokumen kependudukan, telah menjadi pahlawan di Kampung Pemulung, Jakarta Selatan. Sejak bergabung dengan Institut Kewarganegaraan Indonesia (IKI) pada 2018, ia telah membantu lebih dari 100 warga dalam mengurus dokumen penting seperti kartu keluarga (KK), kartu tanda penduduk (KTP), dan akta kelahiran. Perjuangannya penuh dengan tantangan, namun dedikasi Karni patut diapresiasi.
“Baca Juga: Cerita Kisah Relawan Yayasan Peduli Kemanusiaan, Kisah Inspiratif 2025“
Di kawasan Kampung Pemulung, banyak warga yang awalnya menganggap dokumen kependudukan tidak terlalu penting. Mereka sibuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari hingga tidak sempat mengurus dokumen tersebut. Namun, kesadaran akan pentingnya dokumen ini biasanya muncul ketika mereka menghadapi kendala besar. Misalnya, tidak bisa mengakses layanan kesehatan gratis dari BPJS, tidak mendapatkan bantuan sosial, atau anak-anak mereka terkendala melanjutkan pendidikan karena tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Karni menjelaskan, “Kalau nggak punya KTP, mereka nggak punya identitas. Hak-hak seperti pendidikan, kesehatan, dan bantuan sosial jadi tidak bisa diperoleh.” Hal ini menjadi alasan utama mengapa ia tergerak untuk membantu tetangganya memahami pentingnya dokumen kependudukan.
Sebagai relawan, Karni tidak hanya mengedukasi warga tentang manfaat dokumen kependudukan, tetapi juga membantu proses pengurusannya dari awal hingga akhir. Semua jasanya diberikan secara gratis. Biaya transportasi untuk bolak-balik mengurus dokumen sebagian besar ditanggung oleh IKI. Namun, tidak jarang Karni juga menggunakan uang pribadinya.
“Saya ngomong aja, saya mau urus ini, terus dibantu transport sama IKI. Kalau saya ada, ya pakai uang saya. Saya nggak mau ngebebani orang yang minta bantuan saya,” ujar Karni.
Walau sudah memahami prosesnya, Karni tetap menghadapi berbagai tantangan. Salah satu hambatan terbesar adalah warga yang tidak kooperatif. Mereka sering kali bersikap santai dan merasa dokumen tidak terlalu mendesak. “Tantangannya adalah kesabaran dan keikhlasan. Kadang, kita yang semangat membantu, tapi mereka santai-santai aja,” tambahnya.
Meskipun menghadapi banyak kendala, Karni tidak pernah menyerah. Melihat dokumen yang berhasil diterbitkan setelah proses panjang memberikan kebahagiaan tersendiri. Karni berharap dokumen-dokumen tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup orang-orang yang dibantunya.
“Sebenarnya saya kasihan lihat anak-anak yang nggak bisa sekolah atau orang tua yang kesulitan berobat. Setelah dokumen jadi, saya ikut senang. Semoga kehidupan mereka jadi lebih baik,” ungkap Karni dengan penuh harap.
“Simak Juga: Film Indonesia Anak Kunti Akan Rilis di 10 Negara Asia“
Kisah haru relawan dokumen seperti Karni menginspirasi banyak orang untuk peduli pada pentingnya dokumen kependudukan. Perjuangannya menunjukkan bahwa satu tindakan kecil dapat membawa perubahan besar dalam kehidupan seseorang. Untuk informasi lebih lanjut tentang peran relawan dan kisah inspiratif lainnya, Anda dapat mengunjungi Colorado Action atau mengakses berita di coloradoaction.org.
Semangat Karni mengingatkan kita bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memperoleh identitas dan akses layanan dasar. Tugas kita adalah saling membantu agar tidak ada lagi yang tertinggal.